Ini GRATIS.. Tapi.. DOSA?

Ini berawal dari pengalaman saya mengikuti sebuah acara seminar tingkat nasional yang berlangsung di kampus beberapa waktu lalu.
Seminar yang kebetulan memiliki tema tentang pendidikan kejuruan tersebut ternyata mengundang Onno W. Purbo sebagai salah satu pembicara utamanya. Aneh juga ternyata, karena awalnya saya tahu beliau bukan orang sunda, tapi ternyata beliau urang sunda asli euy!Haha.. Kocak abis dan bikin kita gak ngantuk..
Ok, Gratis merupakan kata paling ampuh untuk menarik pelanggan atau konsumen sebanyak2nya..(Eh, jadi inget sama postingan saya yg dulu..judulnya lupa lagi apa…) Sebagus apapun sebuah produk, apabila masih ada produk sejenis yang walaupun kualitasnya lebih rendah, tapi, asal berembel2 gratis, tanpa pikir panjang lagi, konsumen akan langsung memilih produk gratis tersebut.
Hal yang sama juga dialami oleh produk2 berbasis IT, seperti software2 yang biasa kita gunakan sehari-hari untuk menunjang kegiatan belajar, mengajar, dan segala macam pekerjaan kita. Kenapa?? Karena walaupun aslinya berbayar, tapi dengan kecanggihan para cracker akhirnya pemakaian produk bajakan udah jadi hal yang biasa dilakukan oleh kita dan saya sendiri pun tak bisa menampiknya.. Bayangkan saja apabila kita harus membeli sebuah aplikasi pengolah photo seperti Adobe Photoshop, tentunya harus mengeluarkan kocek yang dalam sekali bukan?
Berbicara tentang software gratis tentunya akan membicarakan juga tentang software Open Source, tentunya sudah tidak asing lagi didengar akhir2 ini. Software yang open source merupakan jalan keluar yang paling ampuh untuk menghindarkan kita dari dosa pemakaian software2 bajakan. Linux merupakan salah satu yang paling terkenal. Dengan adanya Linux, orang2 yang mampu secara skill programing akan dapat dengan mudah membuat kreasi tanpa batas dalam menciptakan beragam software yang bermanfaat untuk berbagai bidang, baik itu pendidikan ataupun lainnya dan ASLI GRATIS tentunya. 
Inti yang saya tangkap dari seminar kemarin (karena yang lain2nya kebanyakan sambil tidur), bahwa dengan Open Source kita lebih dituntut untuk lebih berkreatifitas menciptakan inovasi baru, kita ditantang untuk tidak menjadi konsumen, tapi menjadi produsen.
Siapkah untuk pindah ke Open Source seperti Linux??hmmmm . . Kurang lebih, kata Onno W. Purbo:
Kalo mau maju dan gak mau disebut orang malas, harus mau pindah. Setelah pindah ke Linux, paling kesiksanya cuma 3 bulan..Setelah itu akan terbiasa…
Well, malah jadi mikir2 lagi untuk pindah ya . . .

Yang jadi pertanyaan:

Kita terlalu banyak memakai software2 bajakan, apakah menurut hukum agama itu adalah dosa??Kalau dosa, sebesar apakah dosanya??

Wassalam.

makmalf

32 Replies to “Ini GRATIS.. Tapi.. DOSA?”

  1. Lha perasaan dulu aku pernah ngikut workshop yg pertanyaannya gini deh hhe.. apa ya aku lupa hhe…. tapi klo untuk ke Linux biarpun aku udah dapet kirimannya Linuxnya DEPKOMINFO tapi masih males beralih dari Windows hhe… masalahnya semua Aplikasi Graphic designer gak ada yg support di Lunux, bisa gak kerja aku haha…

    Thnx 4 share Sob.. πŸ˜›

  2. ,iamenurut saya sih, daripada mahal-maal beli software microsoft berlisensi mahal mencapai ratusan ribu/jutaan. mending pake linux aja. saran saya gunakan Ubuntu. saya juga menggunakan ubuntu. emang sih pertamanya susah, tapi asala kita mau belajar, cepat bisanya. yang awam, jadi bisa, yang bisa jadi mahir, yang mahir jadi guru, yang guru jadi apa lagi ya…

    datang ke tempat saya ya, tukaran link kalo mau.:

    htt://www.ch4ndr4.com/

    di tunggu konfirmasinya.

  3. pindah ke OpenSource? sedang diusahakan… saat ini beberapa aplikasi yang saya pakai sudah menggunakan platform2 opensource seperti Linux..

    Tapi untuk migrasi secara total ke opensource, sepertinya masih harus menunggu lebih lama lagi deh.. karena bagaimanapun saat ini software berlisensi masih sedikit lebih unggul, baik secara fungsionalitas maupun segi interfacenya… lebih bersahabat kalo bahasa umumnya mah…

    sanes kitu??

  4. Ayo donk bikin komunitasnya di UPI, semoga ini menjadi langkah awal buat kita2 yg di UPI untuk hijrah sedikit demi sedkit ke Linux…

    ayo friend jadi pelopor….

  5. Hahaha…memang kita tidak bisa terbebas dengan produk ilegal karena tidak ada dana untuk membelinya sedangkan untuk menggunakan yang open source kita juga tidak terlalu bisa karena tidak sering menggunakannya

Leave a Reply