Resensi Film: “Our Idiot Brother” [2011]

Keluguan serta kepolosan Ned membawa masalah bagi dirinya dan orang-orang disekitarnya. Ned masuk penjara gara-gara ketololan dia sendiri yang menjual ganja kepada seorang polisi padahal polisi itu berseragam lengkap. Setelah keluar dari penjara, kemudian dia di tinggalkan oleh pacarnya yang menikah dengan pria lain bahkan mantan pacarnya itu merampas anjing kesayangan Ned. 
Ned yang tidak punya tempat tinggal sama sekali kemudian mencari bantuan kepada ketiga saudara yang semuanya perempuan, tapi ya sayangnya, karena Ned kelewat tolol dan bego, otomatis ketiga saudara perempuannya itu ogah-ogahan untuk menerimanya karena selalu mengalami masalah ketika Ned menetap sementara dirumah mereka masing-masing. Ketika saudara-saudaranya itu telah disibukkan dengan masalahnya masing-masing, kehadiran Ned seakan-akan menambah rumit masalah yang mereka hadapi. Poor, Ned, akhirnya dia di oper sana-sini oleh saudara-saudaranya padahal mereka sebenarnya menyayangi Ned yang memang saudara kandung mereka sendiri.
Masalah, masalah, masalah, dan masalah datang seiring dengan kehadiran Ned ditengah-tengah keluarganya. Poor, Ned. Sebenarnya dia orang yang baik, hanya saja kelewat polos dan kelewat bego. ๐Ÿ˜€

_______________________________

Yang membuat saya tertarik untuk nonton film ini karena ada nama Zooey Deschanel di jajaran cast-nya. Di film ini, dia memerankan Natalie yang kelihatan paling innocent diantara dua saudara perempuan lainnya. Mungkin keliat innocentnya itu karena faktor muka si Jooey-nya aja kali ya. ๐Ÿ™‚ Tapi jangan salah, Zooey alias Natalie itu ternyata seorang biseks. Ya, innocent sekaligus nyentrik secara bersamaan, karena biseksnya itu. ๐Ÿ˜€
Film ini dibuka dengan scene dan dialog yang cukup berhasil membuat kesan pertama yang lucu dan lumayan bagus sebagai film bergenre komedi. Tapi sangat disayangkan, kesananya banyak sekali eksekusi-eksekusi yang saya rasa efek “terlalu dibuat-dibuat”-nya sangat tinggi. Eksekusi endingnya juga, terlalu dibuat-dibuat dan terkesan dipaksakan. Ya, mungkin ini karena naskahnya yang terlalu dangkal dan krisis imajinasi.
Banyak sekali bagian-bagian plot yang terlalu dibuat-dibuat, dipaksakan, terkesan hanya untuk membuat cerita berjalan nyambung sampai credit title muncul. Sayang sekali. 
Paul Rudd yang berperan sebagai Ned di sini ternyata tidak seperti judulnya yang digambarkan sebagai saudara laki-laki yang idiot. Menurut saya, di cerita film ini si Ned itu sama sekali tidak idiot, dia tidak mengalami keterbelakangan mental, mungkin hanya kelewat bego dan kelewat polos dikit aja lah, juga terkesan masih sangat cildish dibalik tampangnya yang brewokan itu. ๐Ÿ˜€
Hanya memposisikan Paul Rudd sebagai pemeran sentral, Zooey Deschanel pun -ah sayang juga- beliau hanya jadi tempelan semata, rupa-rupanya naskah tidak mengizinkan beliau untuk tampil lebih. Meskipun performa Zooey baik-baik saja di film ini, tapi sayang sekali, muka polos dan innocent khas Zooey hanya jadi hiasan semata.
Gak adil rasanya kalau hanya membeberkan kekurangan-kekurangannya saja, karena pasti lah dalam setiap karya, apapun itu, seburuk apapun itu, pasti tetap ada nilai estetiknya yang mampu dinikmati, sesuai selera tentunya. Begitu juga dengan film ini, kalau boleh saya bilang, joke-joke dalam film komedi ini masih ada dalam batas kewajaran, alias bukan joke-joke yang terlalu dibuat-dibuat dan dilebih-lebihkan. Ada beberapa bagian dialog yang lucu dan juga ada beberapa adegan yang mampu membuat saya tersenyum simpul, yah setidaknya, tapi tidak membuat saya tertawa terbahak-bahak.
Nilai plus lainnya, film ini mencoba membawa nafas kehangatan sebuah keluarga yang di sini digambarkan bukan merupakan keluarga yang sempurna dan dan jauh sekali dari ideal, hanya keluarga biasa yang ditubi banyak permasalahan. Tapi justru disitulah letaknya kehangatan keluarga yang ada dalam film ini. 
Tapi meskipun film ini mengangkat tema drama keluarga, tapi jangan sampai ditonton adik-adik atau ponakan yang umurnya dibawah 16 tahun. Banyak sekali dialog-dialog vulgar dan adegan seksual. Ya intinya, “Our Idiot Brother” adalah film komedi ringan sekaligus drama keluarga yang tidak cocok untuk ditonton semua umur. Terlepas dari kekurangannya, film ini menampilkan joke-joke yang wajar, komedi yang wajar, meskipun dengan eksekusi plot yang yang dibuat-buat dan terkesan dipaksakan. Not too bad, but Not too recommended.
makmalf

14 Replies to “Resensi Film: “Our Idiot Brother” [2011]”

  1. ini juga belum pernah nonton. tiap mampir sini ulasannya film selalu ya mal?. hehehe maklum lah, kamu kan moviefreak ๐Ÿ™‚

    tapi kalo idiot atau culun/polos kayaknya nggak matching kalo yang meranin cowok brewokan gitu deh. berasa aneh aja

  2. Zooey Deschanel itu yg main 500 days of summer itu kah???

    aku kurang suka dengan film bergenre komedi. karena ya seperti yg kamu jelaskan diatas, menurutku banyak film komedi yang jorok. lucu nya itu jorok. kayak scary movie, bener2 gak sukak.

  3. @Zh!ntho: gak keren-keren amat kok film ini mah, biasa aja menurut saya. ๐Ÿ˜€

    @Armae: Ia, Zooey Deschanel maen di film itu. Begitulah, selera komedi orang luar sana memang beda ya sama kita2. ๐Ÿ™‚

    @TUKANG CoLoNG: Premisnya sih ok, cuma eksekusinya yang ga ok. ๐Ÿ™

    @Wiwik: Ohoo, anda kurang beruntung, kalo ga salah film ini mah gak sempet saya bakar. Ga bagus kok, nyesel kalo nonton film ini mah. ๐Ÿ˜€

  4. yups, film kayak gitu emang banyak yang tidak layak untuk ditonton adik2 kita yang masih pelajar/mahasiswa/ malah semuanya… hheheehehehe…

Leave a Reply