We’ve Got Married, and We Have To Go to Singapore.

Going to Singapore, just the two of us, it’s just always be a topic in our little chit chat since we date. Now we got married. So, why don’t we make it to be true?

This year, on the 7th of July, we’ve officially become a married couple, about 4 weeks passed from that day, we took the vacation. My wife were on 3 weeks pregnant, hell, it is too risky, but we both wanna go to see Singapore so badly… So “let’s take the risk”, I said. Continue reading “We’ve Got Married, and We Have To Go to Singapore.”

Fanatisme Buta, Benalu Raksasa Kemajuan Bangsa

Peristiwa kemarin, yupe lagi-lagi, nyawa seseorang dianggap tidak terlalu berharga dibanding ego sekelompok fans tim sepakbola kesayangan. Tidak perlu lagi lah kita berpura-pura menyebut mereka oknum, karena memang betul mereka fans dari tim itu. Saking ngefansnya, mereka jadi buta dan edan-edanan.

Disisi lainnya, sejak panas pilgub DKI kemarin, fanatisme buta juga jadi bahan gorengan para punggawa panggung politik kita. Saling fitnah, saling hujat, dilakukan oleh para wayang orang dibawahnya. Lah pantas, para punggawa juga mencontohkannya, seakan tidak malu-malu lagi. Media sosial menjadi medianya. Seakan-akan disitulah semua kebencian mendapatkan jalan tolnya.

Para munafik dan bedebah ini. tidak lagi menjadi munafik ketika jempolnya menari-nari diatas smartphone mereka. Tak peduli betapapun tolol dan bodohnya mereka, smartphone tetaplah smartphone, dan orang bodoh pegang smartphone, tetaplah bodoh seberapapun pintarnya smartphone yang dipegang.

Akhirnya, kemarin semua gumpalan kebencian tanpa dasar itupun kemudian tertuang di atas bumi, dan berhasil menumpahkan darah seseorang hingga nyawanya kehilangan.

Apakah fanatisme pilpres bisa terealisasikan juga, seperti halnya fanatisme viking vs the jak kemarin? We’re waiting and see. Karena polanya sudah terlihat dan terarah.

Yaaaaa. kalau sudah begini kapan bisa maju nih umat? HAHAHA

——–

Beberapa pesan dari saya:

1. Fanatisme berlebih adalah kebodohan.
2. Sibuk-sibuklah membela prinsip daripada membela figur.
3. Jangan biarkan ketololan menyerang intelektual dan daya nalar anda  sampai objektifitas tergerogoti.

We are Living on Earth Full of Codes

These codes wired to each other. From building to building, from machine to machine, from home to home.

But… still we kinda have no idea about what’s going on here.

Where are we? Machine knows where we are. But what are they? we have no idea what they are. actually. sadly.

Post your made-up photos on instagram. What’s behind the Instagram? Actually, we have no idea.

Post your cluttered mind on facebook. What’s behind the Facebook? Actually, we have no idea.

Got your money on e-banking. Spend your money with e-payment. Where’s your money actually? How much? We have no any ideas sadly. It turns out that your money is only goddamn binary.

We’re not using tech. We’re used out by tech.

We’re used out by a billion lines of codes. But still, we have no idea, even just a single line of them.

And.. Hell yeah, I’m a programmer, dudes. Gotcha!

makmalf

Bekerja untuk Hobi atau Bekerja Adalah Hobi?

Bekerja bagi saya merupakan sebuah tuntutan atas dasar hobi – tidak lagi dari sebuah kebutuhan. Dan hobi.. bagi saya harus saling mendukung dengan hobi-hobi lainnya yang saya miliki.

Misalnya kamu punya hobi main audio, satu earphone seharga satu juta kamu berani tebus demi memuaskan hobi kamu itu. Maka kamu harus punya hobi lain yang mendukung untuknya, misal: bekerja. Yupe, you’ve read it right.

Bekerja juga seharusnya adalah salah satu dari hobi kamu, bukan lagi menjadi sebuah tuntutan atas dasar hobi kamu.

Ketika mainan kamu berharga mahal dan semakin mahal karena semakin meningkat, maka hobi lain yang pantas kamu punya adalah bekerja untuk menghasilkan banyak uang agar hobi kamu yang mahal itu bisa berjalan lancar.

Kalau sibuk bekerja terus, kapan ngurus hobinya?

Kepikiran seperti itu? Selamat! Berarti kamu tidak merasa bahwa pekerjaanmu adalah hobimu. Lantas kenapa tetap kamu lakukan?

Karena kamu sadar, bahwa tanpa uang mau jadi apa kamu, hidupmu, serta hobi mahalmu itu?

makmalf

Saya Ingin Menulis tentang, Well…. SARA

BIG WARNING: JANGAN DIBACA KALAU ANDA ADALAH ORANG YANG:

  1. GAMPANG TERBAWA POLA PIKIR MAYORITAS
  2. MEMILIKI POLA PIKIR SEMPIT DAN TIDAK TERBUKA
  3. TIDAK BISA MENGHARGAI PERBEDAAN
  4. SELALU BERUSAHA DAN BERKOAR-KOAR UNTUK MENYERAGAMKAN PERBEDAAN
  5. MUDAH MARAH DAN TERSULUT EMOSINYA 
  6. TERLALU SERIUS DAN SENTIMEN
  7. TIDAK TAHU SIAPA SAYA SEBETULNYA

SARA dan segala isunya, rupanya sedang dibuat sangat menarik di layar televisi kita, layar smartphone kita. Jangan hanya salahkan Ahok saja dong. Karena kita juga yang sering comment di facebook status seseorang, atau di link yang di share oleh seseorang, comment kita juga suka asal ceplos dan bahkan berbau SARA juga loh, kita juga sama harus dipenjara, karena itu ada undang-undangnya. Katanya mau menegakkan keadilan, kenapa enggak sekalian. HEHEHEH

Yuk, yang mayoritas jangan malu-maluin. Karena, kemana kita waktu itu ketika banyak oknum pejabat seagama yang korup, kemana kita? Boro peduli kan, apalagi sampai mengadakan demo besar-besaran untuk mengingatkan para ulama kita, semacam: “Hey, dia seagama loh, dia pake peci, pake sarung, solat jumat di shaf terdepan, tapi kok korup! Hey, malu-maluin kita banget gak tuh!, kemana para ustadz, para ulama, please ingetin umatmu dong!”

Ok, katanya Ahok menistakan Al-Quran. Waduh, sudah berapa orang yang menistakan Al-Quran sebelum dia, kemana kita? Kemana para pejabat kita yang disumpah pakai Al-Quran di atas kepala, tapi akhirnya korup? Oh ya, mungkin itu tidak termasuk menistakan Al-Quran. Aduh jangan sampai ternyata dibalik kasus ini ada orang yang mempolitisir ayat-Nya. Hmmm ok, skip. Intinya, PENJARAKAN AHOK, TEGAKKAN KEADILAN. HEHEHEHEHEH

———————

Logika, dimana kamu logika?

makmalf

Tahun Baru dan Konsep Baru Pesimisme

Kita tidak akan pernah tahu dua kaki ini akan melangkah. Beberapa jam ke depan, selalu saja ada rencana kita yang diinterupsi oleh kehendak takdir. Ketika interupsi selesai, barulah kita bisa melanjutkan rencana. Atau bahkan, rencana kita masih saja terdikte oleh takdir sebelumnya.

Waktu telah menunjukkan segala pesonanya kepada kita.

Waktu selalu memberikan surprise, seakan menertawakan kita yang suka sok-sokan berencana. Menemani kita dan membiarkan kita membolak-balikkan rencana. Mulai dari rencana A sampai B, sampai A1 bahkan.

Dan 2017 tiba.

2016 kemarin, surprise juga ternyata. Kalau harus dibahas, lagi-lagi rencana 2015 untuk 2016 kemarin hanya tinggal untuk kita tertawakan. Membayangkan kita berencana matang-matang, semakin membayangkan, semakin kita menertawakan. Sok tahu dan sok dewasa, sok pintar mengkonsep, padahal belum tahu, ternyata tidak semudah berencana, akhirnya berlalu. Terus saja begitu.

2016 juga. Kita tidak lepas dari berencana untuk 2017. Berencana untuk segala sesuatu yang akan mengisi bulan dan tanggal. Jangan sampai, lingkaran-lingkaran di tanggal-tanggal pada bulan-bulan di tahun 2017 ini, hanya tinggal lingkaran saja akhirnya. Jangan sampai, seperti 2016 kemarin ya. Amit-amit.

Ya, meskipun, kita tidak tahu kapan si takdir dan si nasib tiba-tiba menginterupsi lagi. Biasa lah mereka, suka datang tiba-tiba. Seakan sok-sokan ngasih surprise kepada kita yang telah sok-sokan berencana seperti sedang ngatur-ngatur masa depan.

Tapi, begitulah kita. Tetap saja selalu hobi berencana di atas garis waktu yang tidak bisa dipause seperti game online.

————

Jangan putus doa dan berjuang untuk rencana kita. Begitu, kata orang optimis bilang. 🙂

NB

Oh ya, optimis bagus, tapi jangan sampai termakan oleh optimisme kamu sendiri ya. Begitu kata orang pesimis bilang. 🙂

makmalf

Macbook Pro MF839 – Kesan Pertama

Serasa mimpi, akhirnya bisa terbeli juga laptop ini. Karena dulu, rasanya mustahil untuk bisa membeli barang dengan harga sefantastis ini. (Alhamdulillah). Laptop bagus yang bukan hanya luar, tapi jeroannya juga. Menebusnya dengan harga yang sangat mahal -saya beli diharga 16.5jt (brand new in box, garansi resmi internasional)- otomatis ekspektasi saya juga melambung tinggi.

Digembar gemborkan sebagai laptop yang memiliki sistem operasi OS X yang intuitif dan user friendly. Setelah masa pemakaian aktif selama 2 hari. Simpulan: I don’t totally agree.

And.. here are the reasons.

It’s Developer Friendly, NOT User Friendly.

Saya menggunakan komputer Windows untuk mengerjakan web, saya terbiasa dengan terminal dan command line untuk beragam framework yang digunakan di Windows. Seperti NPM, Ruby Gem, dan Git, sampai Composer. Bekerja di windows, saya dimanjakan dengan kemudahan untuk menginstall Composer menggunakan installer (exe file), walaupun memang sudah terbiasa install sesuatu dengan command line, tapi tetap saja, namanya installer, it’s executable with just a few clicks is easier than a single line of command. Tapi, bagaimanapun sulitnya karena menemui kegagalan yang berulang-ulang, akhirnya composer terinstall juga.

Tinggal Laravel. Installing Laravel on this machine feels like pain in the ass. Bagaimana tidak, butuh waktu berjam-jam untuk troubleshoot masalah (karena saya newbie dengan sistem file-nya OS X), ditambah berjam-jam pula untuk saya menyusuri forum dan mencoba beragam keyword berharap ada solusi. Akhirnya, berhasil juga.

…even for just a “plugging an usb flashdrive” activity.

Ini yang paling saya gak faham sama sekali. Kebutuhan akan perangkat apapun yang memakai interface usb secara plug n’ play itu adalah mutlak harus dipenuhi oleh sebuah OS -apalagi ini berlabel user friendly. Jadi, kasusnya saya ingin memindahkan file yang ada di flashdisk ke ssd mac saya, namun ufd saya tidak terdetek sama sekali. Berdasarkan informasi hasil googling berjam-jam pula, saya menemukan solusi, dengan menginstall XtraFinder (https://www.macupdate.com/app/mac/42067/xtrafinder). Karena dengan XtraFinder ini saya bisa me-restart Finder setiap kali saya plug in ufd atau hdd eksternal saya agar bisa terbaca dan muncul di Finder-nya. What the……

***

Sekilas tentang Macbook Pro saya:

  • MF839 (Early 2015)
  • 128GB SSD
  • Retina Display – 2560×1600 native resolution
  • 13.3″ monitor
  • i5 2.7GHz processor
  • 8GB DDR3 1866 MHz

Bermimpi dalam Kenyataan

PART I

Mimpi itu bunga tidur. Tapi yang namanya bunga tidak selamanya berkorelasi dengan keindahan, karena ada beberapa jenis bunga yang digunakan untuk mewakili kesedihan seseorang. Dan kesedihan, tentu saja bukan suatu bentuk korelasi dengan keindahan.

Beberapa orang memilih untuk memilih beberapa mimpinya untuk disimpan dalam kehidupannya. Tentu saja itu mimpi-mimpi indahnya. BUKAN mimpi-mimpi buruknya.

Masalahnya, adalah hal yang mustahil ketika seseorang bisa menemui mimpi indahnya dalam kehidupan nyatanya. Konsep keindahan yang ditawarkan oleh dunia mimpi adalah sangat ideal. Dan kehidupan tidak akan pernah seideal itu.

Selalu saja optimisme seseorang untuk bisa menggapai mimpi-mimpi indahnya ternyata didikte oleh realitas dan keberuntungannya.

Yap, seseorang pernah bilang ke saya bahwa:

Hasil tidak akan pernah menghianati usaha keras.

Terdengar sangat indah dan membuai, sehingga seperti candu yang melenakan kita untuk terus tetap berusaha keras, meskipun lagi-lagi si nasib sial ternyata sudah menunggu kita di depan.

Seperti ketika anak-anak kecil dicekoki cerita-cerita indah pengantar tidur oleh orang tuanya, tetapi beberapa jam kemudian tiba-tiba mereka terbangun terkagetkan oleh mimpi buruknya.

PART II

Karena sebagian orang ternyata bernasib sial. Semua harapannya telah didikte terlebih dahulu oleh kesialannya. Maka akan datang suatu saat ketika:

Usaha keras ternyata dikhianati oleh si nasib sial. 

Dan itu terjadi terus menerus. Tetapi kita jangan menyerah. Karena seperti orang-orang yang beruntung bilang bahwa:

Kita harus tetap bersyukur karena masih banyak orang-orang yang lebih bernasib sial daripada kita.

Masalahnya. Si penanggung nasib sial itu ternyata sudah terlanjur lama menaruh mimpi-mimpi indahnya dalam kehidupan. Sehingga lupa bahwa masih banyak orang-orang yang lebih bernasib sial, saking sialnya, mereka hanya bisa menemui keindahan-keindahan dalam mimpinya saja, kemudian terbangun dan sadar bahwa semalam dan malam-malam sebelumnya dia tidak tidur diatas ranjang empuk seperti dalam mimpinya.

makmalf