Do Things With Love

Lately, I frequently find myself so hard to have a good mood when working on some stuffs.

There is one story left behind. When I was a younger boy and my body a little bit thicker. I didnt have any idea what if someday which is the day right now, I will be a thin kinda guy who be able to do these stuffs: web programming and get some money from it. Program so much sites around the world. I’ve done some project form Africa and France by the way. I realized, some of my dreams came true. I felt grateful for what I’ve done, reached, and become right now. I truly did grateful until I realize that I’m running out of the time, because in the meantime, I’ve been studying at this university – a not-so well-known university in Bandung, Indonesia, forcing me to do some other stuffs which is I dont like very much: the final exam and essay. That is the stuff messing around the other stuffs. Too much stuffs. That’s the thing which makes me boring. Dont have a mood yet and dont have much time I can use it to playing around yet.

And… that’s all.

Just give me a space to breath, wanna watch movies so bad. I heard the new season of Game of Throne has released, so give me a free weekend too. I promise, I will do these things with love as before.

makmalf

Antusiasme Berlebih Akan Hal-Hal Sederhana

Apel yang jatuh dari pohonnya, sepintas biasa saja, tapi Newton ternyata memiliki antusiasme berlebih ketika memperhatikan hal itu. Kemudian dia overthinking, hingga muncullah teori gravitasi.

Rasanya, semua orang memang terlahir dan hidup dikelilingi oleh hal-hal yang sebenarnya sederhana. Hal yang sederhana itu kemudian bisa menjadi bermakna rumit ketika cara pandang dan antusiasme mereka ternyata sedang berbeda lebih dari biasanya.

Seperti ketika, melihat tahi lalat seorang teman yang sudah kenal bertahun-tahun lamanya, tapi entah kenapa, sekarang-sekarang menjadi terlihat lebih menarik dan menimbulkan antusiasme berlebih dari biasanya. Atau ketika seperti memperhatikan teman-teman yang juga sudah sejak lama saling bersenang-senang bertukar tawa, kemudian menjadi agak berbeda karena posisi kita yang tidak lagi sama. Posisi kita mengubah cara pandang kita, mengubah rasa antusiasme kita yang awalnya sama sekali tidak ada kemudian menjadi berlebihan sekarang.

Antusiasme berlebih ini membuat seseorang overthinking tanpa acuan yang jelas karena hanya berdasar pada subjektifitas belaka. Antuasisme berlebih macam ini kemudian percuma, karena berbeda dengan yang dimiliki oleh Newton.

makmalf

“Whiplash” (2014) – Film yang BUKAN Tentang Jazz Apalagi Musik

Semua hal yang dipresentasikan oleh Whiplash memang sangat indah, merdu, namun berdarah-berdarah dan juga tragis disaat bersamaan. Meski, ada banyak lantunan jazz indah mengiringi kedua tokoh utama yang terbelenggu ambisiusme dan idealisme tingkat akut yang mungkin hanya bisa kalian temukan di Whiplash ini, namun, jangan menganggap Whiplash adalah tentang dunia jazz dam musik secara spesial apalagi general.

Ini sama sekali bukan tentang musik

Musik adalah suatu bentuk kesenian (cmiiw), tidak terbentuk dari pola yang sangat standar apalagi mengikat dan mengatur selera sesesorang baik dari sisi penikmat dan pelaku keseniannya sendiri. Sederhana saja seperti itu. Tapi ambisiusme dan idealisme seseorang kadang membuat hal-hal yang sesungguhnya sederhana itu menjadi rumit. Dan ketika ada seseorang yang seperti itu, kita sedang berbicara hal yang sangat jauh dari musik dan kesenian. Tapi, idealisme dan ambisiusme. Juga Whiplash, daripada membicarakan tentang musik, Whiplash ini sesungguhnya berbicara tentang manusia-manusia yang secara sangat ambisius mengejar kepuasan pribadinya dalam suatu bidang, yaitu bermusik. Jadilah jazz dan musik menjadi media layaknya kanvas untuk menuliskan perjalanan ambisiusme dan idealisme mereka.

Jazz dan musik dalam Whiplash ini hanyalah sebagai media

Media untuk menjelaskan bagaimana jika seseorang yang memiliki ambisiusme dan idealisme akut kemudian bertransformasi menjadi seseorang dengan tingkat kemanusiaan yang berkurang. Mengabaikan perasaan orang-orang lain di sekitarnya, saklek, freak, dan memaksakan kehendak pribadinya ke orang lain. Tidak ada unsur kesenian di dalam dirinya, tidak berperasaan, selera bermusik merekapun terlalu terikat dan terstandarisasi secara tinggi oleh pendahulu-pendahulu mereka digenre musik sejenis.

***
Jadi begitulah Whiplash. Bagaimanapun, film ini memang sangat bagus dan membuat kita berpikir kembali tentang arti cita-cita dan pencapaian hidup dalam bidang apapun yang sedang kita tekuni sekarang. 🙂

Gambar dari sini

Whiplash, one of the best movie of the year. And, don’t get the movie wrong, because it is not telling you about what the jazz is or even about what music is.

P.S.

Untuk referensi lain yang membicarakan film ini secara lebih mendalam:
http://www.newyorker.com/culture/richard-brody/whiplash-getting-jazz-right-movies

makmalf

Yo, Dude. Please Tell Me ’bout Your Head

Yo, Dude. Yes you, the one with that bigger head than everyone’s.
Please tell me a little bit ’bout your head.
Why is it too big? Because, you seem have a too tiny, too small, too little brain inside.
Why are you so nosy and so busy with anyone’s businesses, because all of them are not even your businesses at all. 
Then why are you so serious taking care of them? Because you have no any idea about the real problem inside their businesses. Even the problem itself does not affect to your  fvckin miserable life right now.
Yo, Dude. Really, I want know why, because I’m wondering in this modern life, there is still a dude living, who has a fuvkin huge skull like a Meganthropus living on this world million years ago.
makmalf

The Little Death [2014] – Ketika Orang-Orang Berperilaku Seksual Menyimpang Dengan Renyahnya Kita Tertawakan

Pernah nonton Pulp Fiction? Kalau jawabannya pernah, mungkin beberapa bagian dari The Little Death ini akan mengingatkan kita pada film itu, termasuk endingnya. Sorry spoiler. 🙂

Tapi berbeda dengan Pulp Fiction, The Little Death tidak menampilkan kepala si Marvin yang pecah karena tidak sengaja tertembak oleh pistol si Vincent Vega atau kepala-kepala lainnya yang juga pecah di film itu. Singkatnya, The Little Death sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pulp Fiction. Ini berbeda, tapi sama: konsumsi dewasa. Dan bagian ini yang paling menarik.

Perilaku menyimpang seksual.

The Little Death menceritakan tentang kehidupan beberapa pasang manusia, satu pihak dari masing-masing pasangan tersebut mengidap kelainan seksual yang aneh. Ambil satu contoh yang paling tragis: Pasangan Rowena & Richard.

Ketika Rowena (istrinya) hanya bisa turn on ketika melihat si Richard menangis dan mengeluarkan air mata. Gara-gara itu, Rowena mencari cara agar si Richard bisa menangis terisak-isak, seperti: memajang foto-foto almarhum ayah si Richard, pura-pura terkena kanker, sampai menyembunyikan anjing kesayangan si Richard. Parahnya, di tengah-tengah upacara kematian ayah si Richard pun, Rowena sempat-sempatnya turned on ketika melihat si Richard yang menangisi jasad ayahnya yang sedang dikubur. Sick memang.

Semua perilaku menyimpang itu kemudian berujung pada bencana besar bagi setiap pasangannya. Contoh tragisnya, adalah Si Dan yang kemudian terobsesi untuk menjadi aktor gara-gara dirinya telah terbiasa berhubungan seksual dengan pasangannya dengan “gaya” yang sangat sangat tidak lazim: keduanya harus berpura-pura menjadi orang lain layaknya seorang aktor dan aktris “blue film” agar bisa turn on dan menghamili pasangannya. Saking terobsesinya, dia melupakan esensi dari aktifitas seksual yang selama ini dia jalani itu: berkembang biak. Ya, dirinya tidak sempat mengetahui bahwa pasangannya itu telah sukses hamil, terlanjur berpisah karena pasangannya dikecewakan oleh dia yang lebih memilih jalur karirnya sendiri sebagai aktor. LOL.

*****
Apa yang diperlihatkan oleh film ini mungkin terkesan berlebihan bahkan mengada-ngada, tapi bisa saja ada beberapa pasangan manusia diantara jutaan pasangan manusia lainnya di bumi ini yang tidak beruntung karena mengalami masalah disorientasi seksual seperti itu.

Well, Lagi-lagi, seperti Pulp Fiction. Entah kenapa, atau hanya saya saja yang melihat ini, more or less, terinspirasi dengan gaya bertutur Pulp Fiction, dimana masing-masing pasangan akting yang terpisah dan sama sekali tidak saling bersinggungan kemudian dipertemukan disaat-saat menjelang akhir cerita, puncaknya, di ending yang terbilang tragis itu.

O ya, komedinya juga. Seperti Pulp Fiction, entah apa yang kita tertawakan, tapi kita sulit untuk tidak tertawa, karena sesungguhnya terlalu keji untuk mentertawakan mereka yang menderita gara-gara kelainan seksual itu, persis seperti kita mentertawakan kepala si Marvin yang pecah karena tidak sengaja tertembak oleh Si Vincent Vega itu.

*****
A good movie for anyone who keep their mind open.

makmalf

Manfaat Penelitian

Logika idealnya:

Ketika berniat ingin melakukan sesuatu hal tetapi sesuatu hal yang ingin kita lakukan tersebut mungkin saja tidak bermanfaat sama sekali jika kenyataannya kita masih harus berfikir keras dan mencari-cari jawaban tentang manfaat yang didapat dari hasil kita melakukan sesuatu hal tersebut, apakah ada manfaatnya atau tidak? Kalau ada, apa saja manfaatnya?

Dan:

Ketika kita menulis skripsi Bab I Subbab Manfaat Penelitian, tetapi kita terus berkutat sibuk memikirkan apa saja poin-poin yang harus dituliskan pada subbab tersebut. Hell O. Mungkin saja penelitian untuk skripsi kita sama sekali tidak ada manfaatnya.

Terlebih ketika:

Dosen pembimbing dengan santunnya mencela dan memperdebatkan poin-poin yang kita tuliskan di subbab tersebut. Jadi, masihkah hal itu memang ada manfaatnya?

Ok. Fixed. All we can do is just in order to make it done.

Selamat yudisium, kemudian wisuda dengan gelar seadanya. 🙂

makmalf

Benang Merah

Trying to catch someone’s feeling? Itu susah loh kalau gak ada benang merahnya.

Saya teringat kata teman saya dulu. Benang merah yang dia maksud itu mungkin sesuatu hal (bisa momen atau kondisi) yang mendukung seseorang untuk melakukan kegiatan “catching someone’s feeling” itu dengan lebih terlihat wajar. Atau gimana ya… Well, everything happened by a reason and so for a reason. Jadi kalo ada benang merahnya, biar gak disangka modus, meskipun ya ujung-ujungnya modus juga. :))

Jadi jika saya ingin menjodohkan sedua belah pihak yang sama sekali nggak pernah related sebelumnya, ya agak susah ya untuk mencari benang merahnya. Termasuk, kamu gak akan mungkin gitu aja bisa relate dan mendadak jadian sama seseorang asing yang cuma papasan gitu aja di jalan.

Note.

Pagi hari ini saya sidang tugas akhir loh. Tapi pikiran malah kemana-mana kaya gini. :))

makmalf

Every Woman You Met Has Her Own Song

Girls, mothers, aunts, female, I’d love to call them woman in this post. Not just woman sounds more general, “higher” or “grown up”, but it’s because something I’m going to tell here now.

Woman, in this life never makes a men boring, never has no story to be told by every men who has met one of them, woman. Even many song writers tell you about them, woman, in their song’s lyric. But I couldn’t guarantee if every bloggers tell about them too like I do now.

Truly, I don’t know exactly what the point I want to tell you guys in this post. But um, let me tell you this one story.

Blog makmalf - Every Woman You Met Has Her Own Song
“Never makes a men boring” – Coyote Ugly Movie Poster

Back in that day, it was just the day like any usual days always go by. The earth was still spinning, the wind was blowing, the sun was still shining, was not raining I guess. What about the traffic that day? Jammed as always. I didn’t know, suddenly I realized that women I always met before was looking more interested than so so many days before. Prettier, more and more. I didn’t know about something or anything could gave her power to being more.

No twisted ending, because yes I did the thing. Just like any other single men knowing any single women is prettier than many woman around her. I tried to make some chit chat with her, didn’t go well at first, but it gone well finally as the chit chat we made gone more far and deeper. Yeah, I saw something more than just her good looking face, something more than anything which any man look at her from the outside of her. It’s something like the way she told about her ideas, yeah anything, whatsoever, she showed off her idealized version to me. Yes I saw it, didn’t doubt what I saw.

Days gone, some memories about her might be gone as well, considering the capacity of my brain. I realized, I gone too much, it was just an hello effect I guess. Now, she is my girlfriend of my life. LOL. But it’s okay, because if that day didn’t happen like the way I just told, I don’t even know that she is the women I can share everything like anything with. No drama, only with her I can make this relationship more realistic. I mean, sometimes we argue about something, I make mistake, she makes mistake, and that’s okay, we’re still going through together, none of them, problems, we took too far.

No scheduled phone calls required, no regular morning texts required, we still together for 1 year now. We are doing it calm. I am doing too calm, maybe. lol

And…. There’s something I always wonder, if I’m listening to this brand new song, released far far away from that day which is the funniest thing, the moment of that day is screening again in my head, sitting on the desk with her, knowing her loving me so much nowadays. I don’t know, still searching what makes this song could be related to her in “that day version”.

#nowplaying Night Changes By One Direction

O yeah, maybe the video clip could be the answer.


______________

P.S.

And what I’m wondering too is, how can I listening to One Direction? I think I lost my genre.

makmalf

Injury Time

Lately these days, it feels like my brain never stop thinking, my ears never stop listening, my hands never stop shaking, every single part of my body never stop working.
It’s because I’m a player in a limited time game. Now, I’m on the injury time playing. Keep on playing even to be a winner doesnt included in the guarantee.
Now, let me think of some words again please.
makmalf